
Di usia 67 tahun, saat banyak orang mulai menikmati masa tua dan beristirahat di rumah, Abah Dedi justru masih harus berjuang di jalanan demi menyambung hidup.
Setiap hari, selepas salat Subuh sekitar pukul 05.00 pagi, Abah Dedi mulai berkeliling menjajakan kopi asongan. Dengan langkah tertatih akibat stroke yang dideritanya lima tahun lalu, Abah menyusuri jalan demi jalan hingga menjelang azan Magrib. Salah satu kakinya sulit digerakkan, membuat setiap langkah terasa berat. Namun, keadaan memaksanya untuk tetap bekerja.
Bukan karena Abah ingin terus berjalan jauh, tetapi karena hanya itulah cara yang bisa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dari berjualan kopi seharian, Abah hanya memperoleh sekitar Rp30.000–Rp40.000. Penghasilan yang tidak seberapa itu harus digunakan untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Di tengah kondisi tubuh yang semakin melemah, Abah tetap berusaha mencari nafkah seorang diri.
Cobaan hidup Abah Dedi tidak berhenti setelah terserang stroke. Ia juga harus menerima kenyataan ditinggalkan sang istri. Kini, Abah hidup seorang diri. Memasak, membersihkan rumah, hingga mencari penghasilan harus dilakukannya sendiri, meskipun kondisi fisiknya tidak lagi sekuat dahulu.
Meski begitu, Abah Dedi tetap berusaha menjalani hari dengan senyuman. Ia masih ramah kepada orang-orang yang ditemuinya dan terus berjualan demi bisa makan serta bertahan hidup.
Namun, sampai kapan Abah harus memaksakan tubuhnya yang sudah sakit untuk terus berjalan dari pagi hingga sore?
Kini, Abah Dedi memiliki harapan sederhana. Ia ingin mempunyai warung kopi kecil atau lapak sederhana agar bisa berjualan di satu tempat tanpa harus berkeliling jauh setiap hari. Dengan begitu, Abah berharap bisa tetap mendapatkan penghasilan tanpa terus mempertaruhkan kesehatannya.
Sahabat baik, mari bantu wujudkan harapan Abah Dedi.
Melalui donasi yang terkumpul, kita bisa membantu Abah mewujudkan warung kopi kecil sebagai tempat mencari nafkah yang lebih layak. Bantuan kita diharapkan dapat meringankan perjuangannya agar ia tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi tubuh yang semakin lemah.
Bagi kita, membantu mewujudkan sebuah warung kecil mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi Abah Dedi, itu bisa menjadi harapan untuk menjalani hari tua dengan lebih tenang, mandiri, dan bermartabat.
Yuk, sisihkan sebagian rezeki kita untuk Abah Dedi. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga menjadi jalan kebaikan dan membawa harapan baru bagi kehidupannya.
Klik “Donasi Sekarang” dan bantu Abah Dedi memiliki warung kopi kecil agar tak perlu lagi berkeliling setiap hari demi bertahan hidup. 🤍
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik