
Abah Dori kini berusia 84 tahun.
Ia lahir pada tahun 1942, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Namun di usia senjanya, Abah masih harus berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sejak muda, Abah sudah menjalani kerasnya kehidupan di Bandung. Berbagai pekerjaan pernah ia lakukan, mulai dari menjadi pelayan toko baju hingga bekerja di toko kain.
Tapi usia membuat semuanya berubah.
Kini, tak banyak tempat yang mau menerima Abah sebagai pekerja. Dengan tenaga yang semakin terbatas, satu-satunya cara yang bisa dilakukan Abah untuk tetap mendapatkan penghasilan adalah berjualan jas hujan dan tisu di sekitar pasar.
Dalam sehari, penghasilan Abah hanya sekitar Rp30.000.
Uang itu harus cukup untuk makan dan memenuhi kebutuhan lainnya. Bahkan untuk menyewa kamar atau kontrakan pun Abah merasa belum mampu.
Karena itu, setiap malam Abah hanya bisa beristirahat di emperan toko pasar.
Beralaskan kardus bekas, lalu menutupi tubuhnya dengan plastik untuk melawan dinginnya malam.
Sudah bertahun-tahun Abah menjalani malam dengan cara seperti itu.
Bukan karena Abah tidak ingin memiliki tempat tinggal.
Tapi karena Abah memang tidak punya tempat untuk pulang.
“Sayang uangnya kalau dipakai kontrakan, Nak... buat makan saja Abah masih kurang.”
Di usia 84 tahun, Abah juga hidup seorang diri. Tidak ada istri maupun anak yang bisa menjadi tempat bergantung.
Keluarga yang masih dimiliki Abah hanyalah beberapa sanak saudara yang berada di kampung.
“Abah nggak punya siapa-siapa... cuma punya saudara di kampung.”
Maka setiap pagi, Abah kembali berjualan.
Bukan karena tubuhnya masih kuat.
Bukan pula karena Abah ingin terus bekerja di usia senja.
Abah hanya tidak punya pilihan lain.
Tubuhnya yang semakin renta sering terasa sakit dan linu setelah seharian berkeliling. Namun keesokan harinya, Abah tetap kembali membawa dagangannya.
Karena selama masih mampu berjalan dan berjualan, itulah satu-satunya cara Abah untuk bertahan hidup.
Di usia ketika seseorang seharusnya bisa beristirahat dan menikmati masa tua, Abah justru masih harus memikirkan makan untuk hari esok dan mencari tempat untuk tidur malam ini.
Bantuan dari kita dapat menjadi jalan bagi Abah untuk memiliki:
Abah mungkin hidup seorang diri, tapi jangan biarkan perjuangannya berjalan sendirian.
Yuk, bantu Abah Dori menjalani masa tuanya dengan lebih layak dan tenang.
-----------------------------------------------------------------------
Disclaimer : generasimulia.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana) dan galang dana ini dishare melalui promosi iklan dimana sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia jasa iklan seperti meta, tiktok dan media lainnya
![]()
Belum ada Fundraiser