
Di usia lebih dari 70 tahun, Abah Sayo masih memilih untuk bekerja.
Setiap pagi sekitar pukul 6, Abah berangkat ke pasar membeli tisu dari grosir. Setelah itu, Abah kembali berkeliling menawarkan dagangannya dengan berjalan kaki hingga lebih dari 7 kilometer setiap hari.
Penghasilannya tidak seberapa.
Dari satu pack tisu yang terjual, Abah bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp30.000. Uang itulah yang digunakan untuk makan dan membeli modal dagangan untuk esok hari.
Kalau dagangan belum habis, Abah terus berjalan hingga sore bahkan malam.
Namun, ada kalanya tisu tidak laku dan Abah harus pulang tanpa membawa penghasilan.
Saat sedang duduk di pinggir jalan, seorang pria datang menggunakan sepeda motor dan meminta menukar uang Rp100.000 dengan uang receh milik Abah.
Tanpa menaruh curiga, Abah memberikan uang recehnya.
Namun setelah pria itu pergi, Abah baru menyadari sesuatu.
Uang Rp100.000 yang diterimanya ternyata uang palsu—bahkan uang mainan.
Abah hanya bisa terdiam dan sedih.
Sebab, uang tersebut bukan sekadar Rp100.000 bagi Abah.
Itulah uang yang seharusnya menjadi modal untuk berjualan dan bertahan hidup di hari berikutnya.
Bagi sebagian orang mungkin terlihat kecil.
Tapi bagi Abah Sayo, Rp100.000 bisa berarti makan hari itu dan kesempatan untuk kembali berjualan esok pagi.
Kini, Abah membutuhkan uluran tangan agar bisa kembali memiliki modal untuk berjualan tisu dan melanjutkan perjuangannya mencari nafkah.
Yuk, bantu kembalikan modal Abah Sayo agar ia bisa kembali berjualan.
-----------------------------------------------------------------------
Disclaimer : generasimulia.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana) dan galang dana ini dishare melalui promosi iklan dimana sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia jasa iklan seperti meta, tiktok dan media lainnya
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik