

Menyeret Tubuh di Atas Aspal Demi Menghidupi Istri Tunanetra
Bagi sebagian orang, berjalan mungkin merupakan hal yang sederhana. Namun bagi Bapak Agus, berpindah dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan perjuangan yang luar biasa.

Setiap pagi, beliau memulai hari dengan menyiapkan perlengkapan kopi seduh yang akan dijualnya secara keliling. Dengan kondisi fisik yang terbatas, Bapak Agus tidak bisa berjalan seperti kebanyakan orang. Ia harus merangkak dan menyeret tubuhnya di atas jalanan untuk mencari pelanggan.
Panasnya aspal, debu yang menempel di tubuh, hingga rasa lelah yang terus menghampiri sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Namun semua itu tidak pernah membuatnya menyerah.. Karena di rumah, ada seorang istri yang selalu menantikan kepulangannya.

Ibu Wati, sang istri tercinta, merupakan seorang tunanetra. Tak hanya itu, pendengarannya pun sudah semakin berkurang. Dalam kondisi tersebut, Bapak Agus merasa dirinya harus tetap kuat dan terus berjuang agar kebutuhan hidup mereka bisa terpenuhi.
Setiap cangkir kopi yang berhasil terjual bukan sekadar sumber penghasilan. Itu adalah harapan agar mereka bisa membeli makanan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menjalani hidup dengan lebih layak.

Sayangnya, perjuangan Bapak Agus tidak selalu berbuah manis. Dagangannya sering sepi pembeli. Ada hari-hari ketika uang yang dibawa pulang hanya cukup untuk membeli kebutuhan pokok seadanya. Bahkan terkadang hasil jualannya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan mereka.
Meski demikian, Bapak Agus tidak pernah menyerah pada keadaan. Keterbatasan fisik tidak membuatnya berhenti menjalankan tanggung jawab sebagai seorang suami. Dengan penuh keteguhan, ia terus berjuang demi wanita yang ia cintai.
Mari hadirkan harapan bagi pasangan ini. Karena tidak seharusnya mereka menghadapi perjuangan seberat ini sendirian.
-----------------------------------------------------------------------
Disclaimer : generasimulia.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana) dan galang dana ini dishare melalui promosi iklan dimana sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia jasa iklan seperti meta, tiktok dan media lainnya
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik