ImageRumah Rusak Akibat Gempa, Bu Siti Berjuang Demi Ke...
Image

Rumah Rusak Akibat Gempa, Bu Siti Berjuang Demi Keluarga

Image
NTT
Rp 0 terkumpul dari Rp 75.000.000
0 Donasi 2 bulan, 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Capek memang capek, tapi mau gimana lagi... Namanya cari hidup. Menafkahi anak dan suami. Kalau bukan ibu siapa lagi?"

Selama empat tahun terakhir, Bu Siti (40) menjadi satu-satunya tulang punggung keluarganya. Suaminya, Abdul Tahir (44), yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani jagung, kini tidak lagi mampu bekerja setelah mengalami gangguan saraf. Untuk berdiri saja tubuhnya sudah lemah, bahkan makan pun terkadang harus dibantu Bu Siti.

Setiap pagi, Bu Siti berusaha mencari penghasilan sebagai buruh kupas bawang. Satu baskom bawang yang selesai dikupas dihargai Rp15.000. Jika sedang banyak pekerjaan, ia bisa mengerjakan hingga 5–7 baskom dalam sehari. Namun, pekerjaan ini hanya tersedia ketika musim bawang tiba.

Saat musim bawang berakhir, penghasilan yang selama ini diandalkan Bu Siti ikut terhenti. Ia pun harus mencari pekerjaan lain sebagai buruh pembersih ladang jagung atau menjual kayu bakar. Apa pun dikerjakan selama masih ada kesempatan mendapatkan uang untuk makan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sebab, kebutuhan keluarga tidak pernah mengenal musim.

Setiap hari, Bu Siti harus menghidupi suaminya yang sudah tidak mampu bekerja sekaligus membiayai sekolah anak semata wayangnya, Muhamad Afrizal (12). Dengan penghasilan yang tidak menentu, makanan mereka pun sering kali sangat sederhana. Sayur daun kelor menjadi menu yang biasa disantap bersama nasi.

Jika ada telur, Bu Siti bersyukur. Jika ada yang membawa ikan, keluarganya bisa menikmati lauk yang lebih layak. Bahkan, pernah mereka hanya makan nasi yang dicampur air.

Di tengah perjuangannya mencari nafkah, gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memperberat kehidupan keluarga ini.

Rumah mereka rusak parah. Banyak tiang penyangga patah akibat guncangan hingga bangunan itu nyaris roboh. Kini, Bu Siti bersama suami dan anaknya harus tinggal di tenda darurat yang dibuatkan warga.

"Tinggal di tenda tidak nyaman. Kalau malam dingin. Suami juga tidak sehat. Kalau di rumah, biarpun kecil, tetap terasa aman."

Bagi Bu Siti, rumah bukan sekadar tempat untuk berteduh. Di sanalah ia berharap bisa merawat suaminya dengan lebih nyaman, menemani anaknya tumbuh, dan menjalani hari-hari tanpa terus dihantui rasa khawatir.

Di tengah keadaan yang serba terbatas, Bu Siti juga menyimpan harapan untuk memiliki usaha kecil di sekitar rumah. Dengan begitu, ia bisa tetap mencari nafkah sekaligus mendampingi suaminya yang sedang sakit.

"Ibu berharap suami bisa sembuh, semoga bisa cepat sembuh. Aamiin."

Harapan Bu Siti sebenarnya sederhana. Ia ingin memiliki tempat tinggal yang layak, suaminya berangsur pulih, dan keluarganya memiliki penghasilan yang lebih stabil. Namun, untuk mewujudkan semua itu, ia membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk bangkit kembali.

#TemanExplore, di balik rumah yang rusak akibat bencana, ada keluarga yang harus berjuang membangun kembali kehidupannya. Seperti Bu Siti, yang hingga hari ini terus bertahan demi suami dan anaknya, meski harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan penghasilan yang tidak menentu.

Melalui program kemanusiaan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi, mari bersama-sama hadirkan harapan bagi Bu Siti dan keluarga yang terdampak gempa di NTT.

Yuk, #TemanExplore, ulurkan tangan untuk membantu Bu Siti bangkit dari dampak gempa!

Dukungan yang kamu berikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar membantu pemulihan tempat tinggal, mendukung usaha produktif, dan membuka jalan bagi keluarga Bu Siti untuk kembali hidup lebih layak dan mandiri.

Sebab, kebaikan bukan hanya tentang membantu seseorang bertahan hari ini, tetapi juga menghadirkan kesempatan agar mereka dapat membangun kehidupan yang lebih baik esok hari.

Mari jelajahi lebih banyak ruang untuk berbuat baik. Bersama #TemanExplore, kita hadirkan kembali harapan bagi mereka yang membutuhkan.

informasi Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pemulihan dan pemberdayaan Bu Siti beserta keluarganya, serta program kemanusiaan dan penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi, sesuai dengan kebutuhan dan prioritas penyaluran.

 

-----------------------------------------------------------------------

Disclaimer : generasimulia.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana) dan galang dana ini dishare melalui promosi iklan dimana sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia jasa iklan seperti meta, tiktok dan media lainnya

  • October, 29 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close