ImageBocah mungil 3 tahun SELAMAT dari Ledakan Maut dar...
Image

Bocah mungil 3 tahun SELAMAT dari Ledakan Maut dari Kebocoran Gas Elpiji

Image
Kota Bandung, Jawa Barat
Rp 25.652 terkumpul dari Rp 50.000.000
1 Donasi 2 bulan, 2 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Sore itu, 7 Agustus 2026, rona merah magrib baru saja memudar di langit. Di sebuahpermukiman padat, sebuah ledakan hebat bersumber dari tabung gas seketika merobek keheninganmalam, mengubah ruang menjadi kobaran api yang mengerikan. Ressa serta kerabat yang lainnya berada disana terjebak tanpa sempat menyelamatkan diri.

Ressa, bocah perempuan mungil berusia 3 tahun sedang asyik bermain bersama temannya. Tawa riang khas anakanak terdengar dari sebuah rumah kontrakan milik saudaranya, yang letaknya hanya beberapa jengkal dari rumah Ressa sendiri.

Namun, keceriaan itu perlahan terdistraksi oleh bau menyengat yang menusuk hidung. Aroma gas elpiji yang bocor mulai memenuhi ruangan. Nahas, belum sempat mereka menyadari bahaya yang mengintai takdir buruk itu bergerak jauh lebih cepat.

Malam itu berubah menjadi kepanikan massal. Enam orang korban yang terluka parah segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, takdir berkata lain untuk sebagian besar dari mereka. Luka bakar yang teramat parahmerenggut nyawa empat korban lainnya. Di tengah duka yang mendalam, Ressa dan satu temannya menjadi mukjizat yang tersisa; mereka berhasil bertahan hidup, meskiharus membayar harga yang sangat mahal.

Ressa mengalami luka bakar serius hingga 50 - 60 persen disekujur tubuh kecilnya. Kini, sudah hampir tiga minggu lebih bocah malang itu menghabiskan hari - harinya di kamar rumah sakit. Tubuh mungilnya harus bertahan melewati enam kali operasi besar, dan ia masih membutuhkan serangkaian panjang pengobatan medis demi bisa pulih. Setiap hari adalah perjuangan melawan rasa sakit yang luar biasa bagi bocah sekecil Ressa.

Di luar dinding rumah sakit, sebuah perjuangan yang tak kalah berat harus dihadapi oleh kedua orang tuanya. Ressa lahir dari keluarga yang kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. Ayahnya, Egi hanyalah seorang buruh sortir paket dengan penghasilan yang tidak menentu. Egi sekarang sudah berhenti bekerja karna harus menunggu dan menjaga ressa di rumah sakit.

ibunya, Shela, bekerja sebagai buruh cuci dan setrika panggilan. Pekerjaan itu pun paling hanya ada seminggu sekali, itu pun jika ada tetangga yang membutuhkan jasanya. Jika tidak ada, Shela hanya bisa mengandalkan upah harian suaminya yang jauh dari kata cukup. Saat ini mereka belum bisa bekerja kembali karena harus menunggu dan menjaga ressa di rumah sakit.

Kini, di hadapan lembaran-lembaran tagihan rumah sakit dan kebutuhan medis yang terus menumpuk, Egi dan Shela hanya bisa saling menguatkan dalam doa. Mereka tidak tahu dari mana harus mencari biaya untuk rangkaian operasi Ressa berikutnya. Di atas ranjang rumah sakit, Ressa masih terus bertahan, menjadi secercah harapan bagi kedua orang tuanya yang kini sedang mengetuk pintu langit dan kebaikan hati sesama.

Kini, beban mereka semakin menghimpit karena biaya pengobatan Ressa yang tidak sedikit. Mari ulurkan tangan kita untuk meringankan penderitaan dan mengembalikan senyum bocah kecil Ressa ini.

 

-----------------------------------------------------------------------

Disclaimer : generasimulia.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana) dan galang dana ini dishare melalui promosi iklan dimana sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia jasa iklan seperti meta, tiktok dan media lainnya

  • October, 12 2026

    Campaign is published

Varhan Abdul Aziz6 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.652

Fundraiser (1)

mulia rizal
Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi.
Rp  25.652
Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close