ImageIbu Kritis Idap Kanker, Yusuf Berjuang Sendiri!...
Image

Ibu Kritis Idap Kanker, Yusuf Berjuang Sendiri!

Image
Cimahi
Rp 0 terkumpul dari Rp 150.000.000
0 Donasi 2 bulan, 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Harap Mukjizat! Yusuf Menangis Ketakutan Kehilangan Satu-Satunya Keluarga

Kanker ganas gerogoti nasofaring Ibu Nendah, butuh kemo segera! Sementara Yusuf, anaknya yang masih 16 tahun, berjuang sendirian jual donat demi selamatkan nyawa ibunya!

"Tuhan... tolong jangan ambil ibuku. Aku gak punya siapa-siapa lagi selain Ibu..."

Lagi-lagi Ibu Nendah harus terbaring lemah tak berdaya, tubuhnya digerogoti kanker ganas yang menyerang nasofaring — bagian atas tenggorokan tepat di belakang hidung! Kanker ini bukan hanya merampas kesehatannya, tapi juga merampas satu-satunya cara mereka bertahan hidup. Masalahnya, yang menanggung semuanya kini adalah Yusuf — anaknya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA!

Kelahiran Yusuf dulu jadi momen paling membahagiakan bagi Ibu Nendah dan suaminya. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama — sang suami dipanggil Allah saat Yusuf baru menginjak usia 7 bulan. Selama 16 tahun, Ibu Nendah adalah ayah sekaligus ibu bagi Yusuf. Adalah rumah. Adalah segalanya.

Kanker nasofaring ganas yang bersarang di tubuh Ibu Nendah bukan penyakit yang bisa dianggap enteng. Penyakit ini perlahan merampas kemampuannya satu per satu — berjualan yang dulu jadi sumber hidup mereka kini tak lagi sanggup ia lakukan. Aktivitas sederhana sehari-hari pun sudah menguras seluruh tenaganya. Kemoterapi harus segera dijalani dan tidak boleh putus — jika tidak, nyawa Ibu Nendah bisa semakin terancam.

Masalahnya... biaya pengobatan itu jauh dari jangkauan mereka. Tak pernah sekalipun Yusuf berpikir untuk menyerah. Di usia yang seharusnya ia habiskan untuk belajar dan bermimpi, Yusuf memilih untuk berjuang. Setiap sore sepulang sekolah, ia mengambil nampan donat titipan orang lain — lalu berjalan menyusuri gang demi gang, pintu demi pintu.

Keuntungan per donat yang ia dapat hanya Rp1.000. Di hari terbaik, semua habis terjual — ia pulang membawa Rp50.000. Uang itu harus cukup untuk kontrakan, kebutuhan sekolah, makan sehari-hari, dan biaya pengobatan ibunya — semuanya sekaligus.

Memang, Ibu Nendah memiliki BPJS yang membantu menanggung sebagian biaya tindakan medis dan kemoterapi di rumah sakit. Tapi sayangnya, BPJS tidak menanggung semuanya. Masih ada banyak biaya lain yang harus mereka tanggung sendiri — biaya transportasi bolak-balik ke rumah sakit yang jaraknya tidak dekat, biaya menginap saat harus rawat inap atau menunggu jadwal kemo berikutnya, biaya makan selama di rumah sakit, obat-obatan penunjang yang tidak masuk daftar tanggungan, hingga kebutuhan harian Ibu Nendah selama menjalani pengobatan.

Kini tersisa harapan dan doa yang Yusuf panjatkan setiap malam dengan segenap hatinya — berharap mukjizat segera hadir dan beri kesembuhan untuk Ibu Nendah.

Berat sekali hidup yang Yusuf dan Ibu Nendah jalani selama ini. Bantu wujudkan pengobatan Ibu Nendah yuk! 

 

-----------------------------------------------------------------------

Disclaimer : generasimulia.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana) dan galang dana ini dishare melalui promosi iklan dimana sebagian donasi terkumpul untuk pembiayaan promosi iklan. Seluruh pembiayaan promosi dibayarkan 100% ke penyedia jasa iklan seperti meta, tiktok dan media lainnya

  • October, 28 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close